Komposisi Propolis

Sejak tahun 1973 hingga tahun 1994, sudah ada 52 penelitian yang dilakukan oleh International Bee Research Institue, di Cardiff, Inggris yang khusus mengungkap komposisi propolis. Jumlah itu belum termasuk 600-an penelitian lainnya yang meneliti berbagai aspek propolis.

Komposisi Propolis

- 45-55% Resin
- 25-35% Lilin dan Asam Lemak
- 10% Minyak esensial
- 5% Pollen
- 5% Vitamin, Mineral dan Zat Organik Lain

a. Resin

Sudah berabad-abad lamanya, resin mendapat tempat tersendiri di dunia pengobatan alternatif, terutama karena resin dikenal sebagai anti-inflamasi (antiperadangan) dan antioksidan

Resin adalah bahan utama propolis yang paling banyak diperbincangkan. Umumnya, resin berasal dari tumbuhan. Pada tumbuhan, resin berfungsi untuk melindunginya dari penyakit dan ancaman cuaca. Ibaratnya, resin merupakan sistem daya tahan tubuh bagi tumbuhan. Jika kulit tumbuhan dirusak, resin akan banyak diproduksi untuk menyembuhkan luka.

Lebah madu mengumpulkan resin dan mengolahnya membentuk propolis dengan bantuan enzim. Lewat enzim ini, dihasilkan elemen-elemen baru, seperti gula, yang turut membuat propolis istimewa. Resin mengandung sekitar 40% flavonoid, fenol dan berbagai bentuk asam.

b. Flavonoid

Flavonoid banyak ditemukan pada tanaman buah dan sayuran. Biasanya, flavonoid banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Setiap tumbuhan biasanya menghasilkan flavonoid yang berbeda. Misalnya, pucuk pohon Betula verrucosa mengandung 15 macam flavonoid, sedangkan pucuk pohon aspen mengandung flavonoid lebih sedikit.

Propolis asal Eropa konon mengandung flavonoid terbanyak. Tidak aneh jika zat dalam propolis didominasi oleh kandungan flavonoid, yakni 10-20%. Hal ini berbeda dengan kandungan flavonoid pada pollen yang hanya sekitar 0,5% dan madu sekitar 0,006%. Umumnya dalam setiap propolis yang dihasilkan lebah, terkandung flavonoid jenis pinocembrin, galangin, akacetin, kaempferol, kaemferide, dan ermanin.

c. Ikatan Fenol

Ikatan fenol adalah substansi penting dari resin yang mempunyai kekuatan antibiotik. Ikatan fenol yang banyak dikenal di dunia kedokteran adalah Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE). Salah satu jenis propolis yang kaya akan CAPE adalah propolis asal Brazil (disebut juga propolis brazil).

Propolis brazil terdiri atas 12 jenis, tergantung pada asal tempatnya, dan masing-masing memiliki komposisi kimia yang berbeda. Propolis brazil yang paling populer dan sering diteliti adalah propolis brazil hijau (green brazilian propolis) yang berasal dari resin pohon Baccharis dracunculifolia (tumbuhan anggota famili Asteraceae). Selain propolis brazil hijau, ternyata propolis merah yang berasal dari resin Clusia nemorosa (Cuba) atau Clusia scrobiculata (Venezuela) juga mulai dikenal mengandung antibakteri dan antioksidan.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengungkap komposisi yang terkandung dalam propolis brazil, sehingga membuatnya mampu membunuh kuman. Ternyata, setelah sekian lama diamati, terkuak bahwa propolis brazil memiliki triterpenic alami yang terbukti berperan sebagai antibakteri, antijamur, dan antioksidan yang mirip dengan vitamin E.

d. Lilin dan Asam Lemak

Lilin yang terkandung di dalam propolis sebagian besar merupakan turunan dari lilin lebah. Namun, tidak sedikit juga lilin yang berasal langsung dari tanaman. Lilin lebah yang terkandung daam propolis umumnya mengandung ikatan ester, asam lemak, dan rantai alkohol hidrokarbon yang sebagian besar tidak aktif secara kimia.

Sayangnya, para ahli dalam mengekstrak zat aktif propolis harus memisahkan lilin ini. Padahal, lilin propolis sebenarnya bagian integral yang banyak mengandung mikroelemen. Kini, lilin propolis sudah banyak digunakan untuk mengobati luka bakar.

e. Minyak Esensial

Ragam minyak esensial dalam propolis tergantung pada jenis bunga yang menjadi sumbernya. Petri, seorang peneliti berkebangsaan Hungaria, pernah membandingkan minyak esensial propolis dengan minyak esensial yang berasal dari pucuk pohon yang merupakan resin favorit para lebah madu. Hasilnya, aktivitasnya dalam melawan bakteri dan jamur hampir sama. Minyak esensial propolis bersifat volatil dan memiliki aroma yang khas.

f. Pollen

Persentase pollen yang terkandung dalam propolis sekitar 5%. Pollen ini juga menjadi penyumbang kadar protein dalam propolis. Dari semua asam amino yang terdapat dalam propolis, arginin dan prolin tergolong yang terbanyak, yakni sekitar 45,8%. Diduga, arginin inilah yang membuat propolis dapat menstimulasi regenerasi jaringan karena arginin memiliki peran dalam produksi asam nukleat (DNA).

g. Mineral dan Vitamin

Sekitar 14 jenis mineral ditemukan dalam propolis. Zat besi (Fe) dan seng (Zn) adalah kandungan yang terbanyak. Kedua zat ini juga sangat dibutuhkan dalam membentuk sistem daya tahan tubuh.

Jenis mineral lainnya adalah emas (Au), perak (Ag), caesium (Cs), Merkuri (Hg), timbal (Pb), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), mangan (Mn), tembaga (Cu), fosfor (P), kobalt (Co), sulfur (S), alumunium (Al), selenium (Se), dan flour (F). Jenis-jenis mineral ini sangat dipengaruhi oleh lingkunan tepat tumbuh tanaman.

Selain itu, resin juga mengandung beberapa komponen organik, seperti keton, lakton, quinon, steroid, asam benzoat dan ester, vitamin (B1, B2, B6, C, E dan A) serta gula.

Resin juga memiliki afinitas terhadap beberapa logam berat, seperti timbal atau merkuri. Beberapa industri pembuatan propolis sudah menggunakan teknik penarikan logam dari propolis menggunakan resin, dan ternyata hasilnya timbal menempel pada resin


=====================================

>>> Order Propolis Melia Nature, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Manfaat Propolis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>