Manfaat Melia Propolis Untuk Kesehatan

Melia propolis merupakan salah satu suplemen obat yang bisa membantu mengatasi masalah kesehatan dan bisa menjaga kesehatan tubuh manusia. Propolis adalah lem lebah, yang merupakan getah dari pohon kayu yang dicampur dengan madu lebah. Manfaat melia propolis untuk kesehatan salah satunya adalah sebagai anti virus, anti jamur, dan anti bakteri.

Manfaat melia propolis untuk kesehatan adalah :

  1. Untuk mengatasi masalah ketahanan tubuh, dan meningkatkan kesehatan tubuh manusia.
  2. Antioksidan sebagai pencegah dari terjadinya penyakit kanker dan juga pencegah dari terjadinya penuaan dini.
  3. Membantu dalam memberikan nutrisi yang tinggi untuk tubuh
  4. Proses detoksifikasi yang bernutrisi tinggi
  5. Tidak adanya efek samping yang ditimbulkan
  6. Kandungan baiknya yag ada di dalam propolis bisa membantu dalam mengatasi berbagai penyakit.

Penyakit yang bisa diatasi oleh manfaat melia propolis adalah penyakit pengapuran dari pembuluh darah yang terjadi karena disebabkan kolesterol yang sudah bercampur dengan radikal bebas. Oleh sebab itu, propolis disini dimanfaatkan untuk mencegah terkontaminasinya kolesterol dengan radikal bebas tersebut. Sedangkan radikal bebas sendiri bisa masuk ke dalam tubuh melalui beberapa media, salah satunya adalah makanan.

Manfaat melia ptropolis untuk kesehatan membantu mencegah terjadinya penyakit tumor. Penyakit tumor yang muncul disebabkan karena sel-sel yang cacat yang mendadak dan juga tidak terkontrol yang masuk ke dalam tubuh secara terus menerus.

Untuk membantu dalam meregenerasi sel-sel yang ada di hati, mencegah penyakit diabetes melitus, mencegah terjadinya serangan asma, mencegah penyakit jantung, serta bisa membantu mengatasi masalah stress.

Cara pemakaian propolis juga bisa digunakan dengan meneteskan kurang lebih 5 tetes ke dalam segelas air atau langsung diteteskan dibawah lidah hal ini untuk bertujuan menjaga kesehatan. Minumlah sebanyak 2-3 kali. Sedangkan untuk mengatasi dan mengobati berbagai penyakit bisa dilakukan dengan meneteskan 5-10 tetes ke dalam segelas air dilakukan 3-5 kali dalam sehari. Jangan menggunakan gelas atau sendok yang berbahan langsung logam saat mengonsumsi propolis.

Posted in Manfaat Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Melia Propolis

Propolis adalah bahan resin (damar) melekat yang dikumpulkan oleh lebah dari bermacam-macam tumbuhan atau taruk (pucuk) muda dan kulit pohon terutama pohon poplar, lalu diolah dengan lilin dan cairan air liur lebah yang berguna untuk menambal lubang atau rekahan sarang supaya steril juga merupakan antibiotik alami yang membantu melawan penyakit, melindungi kita dari ancaman bakteri dan virus, menolong mengontrol radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan merupakan sumber nutrisi sempurna serta bahan makanan lengkap dengan potensi tidak terbatas.

Propolis dibuat 100 % zat alami yang didalamnya terdapat antibiotik alami yang bebas racun dan efektif melawan virus. Bakteri dan jamur. Namun dalam pemakaiannya kadang menimbulkan reaksi/detoksifikasi positif yang menunjukkan Propolis sedang bekerja. Reaksi tersebut bersifat sementara biasanya masih berhubungan dengan penyakit yang diderita.

Propolis-Tanpa Dosis yang dimaksud Tanpa Dosis adalah penggunaannya tergantung kemampuan penyerapan dalam tubuh, umur, jenis adna berat penyakitnya. Jadi tidak ada batasan, sebab jika jumlahnya berlebihan dan tubuh terbatas penyerapannya, maka tidak ekonomis.

Propolis-Tanpa Kadarluasa, karena propolis merupakan anti virus, bakteri dan jamur, maka dalam penyimpanann normal akan tetap terjaga dan bebas dari kerusakan samapi bertahun-tahuun lamanya. Oleh karenanya, propolis sangat aman dikonsumsi dalam jangka panjang tidak akan menimbulkan kerusakan dalam darah, hati, ginjal serta tidak ada eefek samping dan over dosis.

Melia propolis mengandung, bahan-bahan alami seperti :

1. Bioflavonoids yang dapat memulihkan sistem kapilari, memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah, 1 tetes Propolis sama dengan 500 buah jeruk.
2. Mineral (14 macam terutama zat besi dan seng)
3. Protein ( 16 jenis asam amino)
4. Vitamin (A, B kompleks, C, D, E)
5. Glukosa
6. 10 % Minyak essensial
7. 5 % serbuk sari (pollen)
8. Zat nutrisi penting lainnya

Tiap tetes Propolis Melia Nature Mengandung :

150 mg Propolis murni

Melia Propolis dapat digunakan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit lainnya, seperti :

1. Propolis sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.

2. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya: thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.

3. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya: demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.

4. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya: eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.

5. Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya: maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka bakar dan sebagainya.

6. Propolis sebagai antikanker dan mutagenesis sel, misalnya: kanker, tumor, mioma, kista dan sebagainya.

7. Propolis berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi.

8. Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus, dan sebagainya.

9. Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, berbagai infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.

10. Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh yang sangat bagus buat mengurangi resiko gagal ginjal dan sekaligus antioksidan kuat yang akan mencegah kanker

11. Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Posted in Manfaat Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Propolis

Umumnya, propolis dijual dalam bentuk cairan, minuman, bubuk, kapsul, tablet, permen, pemoles bibir, pasta gigi, krim, dan tambahan makanan. Berikut ini beberapa bentuk propolis yang sudah di produksi massal.

a. Propolis Mentah

Propolis tanpa melalui proses pematangan alias mentah bisa langsung dikonsumsi. Propolis mentah umumnya berbentuk bongkahan atau dibekukan. Bongkahan besar propolis murni dapat dikunyah, seperti permen karet. Namun, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Jika dikonsumsi berlebihan, justru dapat menyebabkan gangguan pada perut. Selain itu, ada juga propolis mentah yang dihancurkan hingga menjadi butiran halus. Butiran halus biasanya dimasukkan dalam kapsul atau dicampur dengan makanan dan minuman.

b. Propolis Cair

Propolis dalam bentuk cair adalah propolis yang telah diekstrak dengan jenis pelarut tertentu. Ada banyak jenis pelarut yang dapat digunakan untuk menghasilkan propolis cair, tetapi hanya sedikit yang aman untuk manusia. Berikut jenis-jenis propolis cair :

1. Ekstrak Propolis dengan Pelarut Etannol (Alkohol)

Etanol adalah jenis pelarut yang paling sering digunakan untuk mengekstrak propolis. Propolis yang dilarutkan dikemas dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Bisa dikonsumsi dengan cara diteteskan 5-15 tetes tiap kali sehari sebelum makan. Namun, kandungan alkoholnya terkadang memberi efek iritasi dan bersifat racun terhadap jaringan hati. Di dunia farmasi atau kosmetik, ada beberapa metode untuk meminimalkan pelarutan propolis dengan alkohol, yakni menggunakan metode liofilisasi (kering beku), distilasi vakum, evaporasi, distalasi

2. Ekstrak Propolis dengan Pelarut Air

Ekstrak propolis dengan pelarut air dapat dikonsumsi baik ketika sakit, kambuh dari sakit sebelumnya, maupun ketika kondisi badan sehat.Hal tersebut dikarenakan pelarut air tidak mempunyai efek samping seperti pelarut alkohol. Propolis yang dilarutkan dengan air dikemas dengan konsentrasi 10-20%.

3. Ekstrak Propolis dengan Pelarut Minyak Sayur atau Lemak Hewan

Ekstrak propolis ada juga yang dilarutkan dalam minyak sayur atau lemak binatang. Ekstrak propolis ini sangat bermanfaat untuk pengobatan penyakit akibat infeksi bakteri dan virus, serta mengobati diabetes melitus dan hipertensi.

c. Propolis Bubuk (Powder)

Selain dalam bentuk ekstrak propolis cair, propolis juga diproduksi dalam bentuk bubuk atau powder. Sebelum diproses, propolis mentah (raw propolis) terlebih dahulu diekstrak dengan alkohol, air, atau ekstrak glikol. Bentuk propolis bubuk di pasaran dapat ditemukan dalam bentuk tablet atau kapsul.

d. Injeksi

Hingga kini, ketersediaan propolis injeksi masih dalam penelitian. Namun, sepertinya hal ini bisa menjadi kenyataan melihat penelitian yang menunjukkan hasil positif.

e. Pasta dan Minyak Propolis

Propolis juga dapat berbentuk pasta. Salah satunya adalah pasta gigi propolis yang bermanfaat untuk mencegah karies, radang gusi, dan sariawan. Selain dalam bentuk pasta, propolis juga bisa dicampur dengan minyak atau krim untuk dioleskan

Posted in Manfaat Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komposisi Propolis

Sejak tahun 1973 hingga tahun 1994, sudah ada 52 penelitian yang dilakukan oleh International Bee Research Institue, di Cardiff, Inggris yang khusus mengungkap komposisi propolis. Jumlah itu belum termasuk 600-an penelitian lainnya yang meneliti berbagai aspek propolis.

Komposisi Propolis

- 45-55% Resin
- 25-35% Lilin dan Asam Lemak
- 10% Minyak esensial
- 5% Pollen
- 5% Vitamin, Mineral dan Zat Organik Lain

a. Resin

Sudah berabad-abad lamanya, resin mendapat tempat tersendiri di dunia pengobatan alternatif, terutama karena resin dikenal sebagai anti-inflamasi (antiperadangan) dan antioksidan

Resin adalah bahan utama propolis yang paling banyak diperbincangkan. Umumnya, resin berasal dari tumbuhan. Pada tumbuhan, resin berfungsi untuk melindunginya dari penyakit dan ancaman cuaca. Ibaratnya, resin merupakan sistem daya tahan tubuh bagi tumbuhan. Jika kulit tumbuhan dirusak, resin akan banyak diproduksi untuk menyembuhkan luka.

Lebah madu mengumpulkan resin dan mengolahnya membentuk propolis dengan bantuan enzim. Lewat enzim ini, dihasilkan elemen-elemen baru, seperti gula, yang turut membuat propolis istimewa. Resin mengandung sekitar 40% flavonoid, fenol dan berbagai bentuk asam.

b. Flavonoid

Flavonoid banyak ditemukan pada tanaman buah dan sayuran. Biasanya, flavonoid banyak diteliti karena manfaatnya bagi kesehatan. Setiap tumbuhan biasanya menghasilkan flavonoid yang berbeda. Misalnya, pucuk pohon Betula verrucosa mengandung 15 macam flavonoid, sedangkan pucuk pohon aspen mengandung flavonoid lebih sedikit.

Propolis asal Eropa konon mengandung flavonoid terbanyak. Tidak aneh jika zat dalam propolis didominasi oleh kandungan flavonoid, yakni 10-20%. Hal ini berbeda dengan kandungan flavonoid pada pollen yang hanya sekitar 0,5% dan madu sekitar 0,006%. Umumnya dalam setiap propolis yang dihasilkan lebah, terkandung flavonoid jenis pinocembrin, galangin, akacetin, kaempferol, kaemferide, dan ermanin.

c. Ikatan Fenol

Ikatan fenol adalah substansi penting dari resin yang mempunyai kekuatan antibiotik. Ikatan fenol yang banyak dikenal di dunia kedokteran adalah Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE). Salah satu jenis propolis yang kaya akan CAPE adalah propolis asal Brazil (disebut juga propolis brazil).

Propolis brazil terdiri atas 12 jenis, tergantung pada asal tempatnya, dan masing-masing memiliki komposisi kimia yang berbeda. Propolis brazil yang paling populer dan sering diteliti adalah propolis brazil hijau (green brazilian propolis) yang berasal dari resin pohon Baccharis dracunculifolia (tumbuhan anggota famili Asteraceae). Selain propolis brazil hijau, ternyata propolis merah yang berasal dari resin Clusia nemorosa (Cuba) atau Clusia scrobiculata (Venezuela) juga mulai dikenal mengandung antibakteri dan antioksidan.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengungkap komposisi yang terkandung dalam propolis brazil, sehingga membuatnya mampu membunuh kuman. Ternyata, setelah sekian lama diamati, terkuak bahwa propolis brazil memiliki triterpenic alami yang terbukti berperan sebagai antibakteri, antijamur, dan antioksidan yang mirip dengan vitamin E.

d. Lilin dan Asam Lemak

Lilin yang terkandung di dalam propolis sebagian besar merupakan turunan dari lilin lebah. Namun, tidak sedikit juga lilin yang berasal langsung dari tanaman. Lilin lebah yang terkandung daam propolis umumnya mengandung ikatan ester, asam lemak, dan rantai alkohol hidrokarbon yang sebagian besar tidak aktif secara kimia.

Sayangnya, para ahli dalam mengekstrak zat aktif propolis harus memisahkan lilin ini. Padahal, lilin propolis sebenarnya bagian integral yang banyak mengandung mikroelemen. Kini, lilin propolis sudah banyak digunakan untuk mengobati luka bakar.

e. Minyak Esensial

Ragam minyak esensial dalam propolis tergantung pada jenis bunga yang menjadi sumbernya. Petri, seorang peneliti berkebangsaan Hungaria, pernah membandingkan minyak esensial propolis dengan minyak esensial yang berasal dari pucuk pohon yang merupakan resin favorit para lebah madu. Hasilnya, aktivitasnya dalam melawan bakteri dan jamur hampir sama. Minyak esensial propolis bersifat volatil dan memiliki aroma yang khas.

f. Pollen

Persentase pollen yang terkandung dalam propolis sekitar 5%. Pollen ini juga menjadi penyumbang kadar protein dalam propolis. Dari semua asam amino yang terdapat dalam propolis, arginin dan prolin tergolong yang terbanyak, yakni sekitar 45,8%. Diduga, arginin inilah yang membuat propolis dapat menstimulasi regenerasi jaringan karena arginin memiliki peran dalam produksi asam nukleat (DNA).

g. Mineral dan Vitamin

Sekitar 14 jenis mineral ditemukan dalam propolis. Zat besi (Fe) dan seng (Zn) adalah kandungan yang terbanyak. Kedua zat ini juga sangat dibutuhkan dalam membentuk sistem daya tahan tubuh.

Jenis mineral lainnya adalah emas (Au), perak (Ag), caesium (Cs), Merkuri (Hg), timbal (Pb), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), mangan (Mn), tembaga (Cu), fosfor (P), kobalt (Co), sulfur (S), alumunium (Al), selenium (Se), dan flour (F). Jenis-jenis mineral ini sangat dipengaruhi oleh lingkunan tepat tumbuh tanaman.

Selain itu, resin juga mengandung beberapa komponen organik, seperti keton, lakton, quinon, steroid, asam benzoat dan ester, vitamin (B1, B2, B6, C, E dan A) serta gula.

Resin juga memiliki afinitas terhadap beberapa logam berat, seperti timbal atau merkuri. Beberapa industri pembuatan propolis sudah menggunakan teknik penarikan logam dari propolis menggunakan resin, dan ternyata hasilnya timbal menempel pada resin

Posted in Manfaat Propolis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment